Kemajuan teknologi imaging pada kasus serebro-kardiovaskular
Sabtu, 14 Oktober 2006 10:15

Oleh: Patricia M.Widjaja,SpR
Bagian Radiologi RS.Husada,Jakarta.

Abstrak

Kasus stroke merupakan kasus neurologi terbanyak , jumlah penderita meningkat dari tahun ke tahun karena meningkatnya factor risiko terutama hidup di kota besar. Stroke yang biasa menyerang usia lanjut kini bergeser ke usia muda. Demikian pula dengan “stroke”jantung yang lebih dikenal dengan MCI /myocard infark, diam diam juga telah merengut banyak nyawa yang masih produktif. Penanganan kasus stroke semakin memerlukan kecepatan waktu agar tidak meninggalkan sequelae/sisa yang akan mengganggu aktivitas kehidupan seseorang. Untuk itu diperlukan imaging yang tepat yang dapat membantu tindakan terapi yang cepat dan tepat .

 
Cerebro-cardiovaskuler disease (CCVD) adalah semua kelainan di otak dan jantung yang berhubungan dengan masalah pembuluh darah dimana akibatnya adalah menurunnya supply oxygen kedalam jaringan otak /jantung. Penurunan oxygen dan glukosa (yang dibawa oleh darah) akan menimbulkan ischemic dan bila tidak ditangani segera akan berlanjut ke infark. Dengan kemajuan tehnologi imaging kini dapat dibuat imaging vaskuler baik dengan Multislice computed tomography (MSCT ) scan mapun Magnetic Resonance Imaging (MRI) 1,5T yang dikenal dengan pemeriksaan CTA dan MRA. Gangguan vasularisasi erat hubungannya dengan gangguan perfusi suatu jaringan, maka MSCT dan MRA pun kini telah dilengkapi dengan tehnik CT /MR perfusion.

 

Pemilihan MSCT dan MRI didasarkan pada kebutuhan klinis/indikasi dan keterbatasan penderita , dalam banyak hal keduanya saling mengisi atau sama sama baik. Masing masing alat ada keunggulan dan kelemahan, yang pasti penderita dengan alat pacu jantung tidak dapat masuk kedalam alat MRI. Secara umum dapat disimpulkan bahwa MSCT scan merupakan modal imaging yang paling mudah karena jumlahnya lebih banyak dan cepat karena dengan MSCT kini dapat dilakukan pemeriksaan hanya dalam hitungan detik. MSCT unggul dalam kasus stroke hermorrhagic,pasien gelisah tidak kooperatif dan 16-MSCT adalah unggulan untuk screening coronary artery. Sementara MRI unggul dalam stroke nonhemorrhagic yang memerlukan penanganan segera dalam “golden period”.


Untuk kasus yang direncanakan mendapatkan terapi trombolytik tidak cukup hanya dengan conventional MRI, tetapi diperlukan pemeriksaan fungsional MRI yaitu Diffusion dan perfusion imaging. Semoga dengan penanganan yang cepat dan tepat dapat dilakukan tindakan pengobatan yang lebih akurat, agar tidak terjadi cacat permanent yang dapat mengganggu nilai hidup seseorang akibat serangan stroke.

Terakhir Diperbaharui ( Senin, 19 Oktober 2009 13:24 )