Sejarah Rumah Sakit Husada
Jumat, 02 Oktober 2009 15:09

dr. Kwa Pendiri Rumah Sakit Husada  Rumah Sakit Husada didirikan oleh Dr. Kwa Tjoan Sioe pada tanggal 28 Desember 1924. Sebelum menjadi rumah sakit yang besar dan megah, Husada bermula dari sebuah poliklinik sederhana yang dibentuk oleh perkumpulan Jang Seng Ie dan diresmikan penggunaannya pada tanggal 11 Maret 1925. Berdirinya poliklinik sederhana tersebut telah membangkitkan

upaya Dr. Kwa dan kawan-kawannya untuk meningkatkan kesadaran akan lingkungan hidup sehat di kalangan warga Jakarta pada saat itu.

 Kisah selanjutnya membuahkan hasil yang terus berkembang secara nyata, seperti terbukti dari sambutan masyarakat yang semakin meningkat . Catatan statistik menunjukkan bahwa pada bulan Mei 1925 sebanyak 281 pasien telah berkunjung ke poliklinik Jang Seng Ie , meningkat menjadi 556 pasien pada bulan Juni 1925 . Kompetensinya pun terus meningkat , bahkan membukukan prestasi sebagai rumah sakit pertama di Asia yang mempunyai unit perwatan anak , yang didirikan pada tahun 1929.

Foto RS HUSADA Tampak Depan

 Kemudian pada tahun 1965 atas usulan Menteri Kesehatan waktu itu yaitu Prof Dr Satrio, nama rumah sakit ini di ubah menjadi RS Husada . Kemampuan RS Husada semakin diakui , seperti yang terjadi pada tahun 1971 dengan ditetapkannya rumah sakit tersebut oleh pemerintah sebagi Rumah Sakit Pusat II Wilayah Jakarta Utara. Kepercayaan pun semakin bertambah dan pada tahun1997 mendapatkan akreditasi penuh dari Departemen Kesehatan Republik Indonesia.

 

 Kini, RS Husada telah memiliki sekitar 170 tenaga medis professional yang mencakup dokter umum, dokter spesialis dan dokter super spesialis . Dukungan sarana canggih , fasilitas mutakhir serta sumber daya manusia yang bisa diandalkan , semakin memantapkan keunggulan RS Husada dalam memberikan pelayanan kesehatan yang prima.

SEJARAH SINGKAT

Pada tahun 1924 banyak rakyat jelata sangat kurang mendapat perhatian penguasa kolonial Belanda Khususnya dalam bidang kesehatan. Saat itu seorang dokter keturunan Tionghoa bernama Dr Kwa Tjoan Sioe baru menyelesaikan studinya di Belanda. Keadaan tersebut membuat Dr Kwa Tjoan Sioe terobsesi untuk mendirikan sebuah rumah sakit. Tujuannya bukan hanya untuk mendirikan sebuah rumah sakit sebagai tempat pengobatan tetapi juga untuk menyebarluaskan pengetahuan tentang cara hidup secara hiegenis dan sehat kepada masyarakat, serta  kesehatan ibu dan  anak. Untuk itu  beliau menghimpun kawan-kawannya untuk mendirikan perkumpulan Jang Seng Ie. Pada tanggal 23 Desember 1924 badan sosial Jang Seng Ie didirikan.

Jang Seng Ie sendiri mengandung arti menjaga kesehatan dan merawat kehidupan. Pada  tanggal 28 Desember 1924 diadakan upacara peresmian yang bertempat di Jalan Raya Mangga Besar (saat itu bernama Prinsenlaan) No. 40. Peresmian pembukaan dilaksanakan pada tanggal 11 Maret 1925, di mulai dengan Poliklinik yang dipimpin Dr Kwa di bantu oleh 3 (tiga) orang tenaga Perawat dan 1 (satu) orang tenaga bidan yang dikhususkan bagi orang-orang miskin. Pada pertengahan tahun 1931, atas bantuan seorang pengusahan yaitu Aw Boon Haw menyumbang untuk membangun pavilion yang nantinya akan digunakan untuk merawat orang orang dari golongan mampu, dengan tujuan sebagai subsidi silang bagi orang  yang tidak mampu. Di tengah kegigihannya untuk membangun sebuah rumah sakit Dr Kwa Tjoan Sioe meninggal dunia diusia 55 tahun.

Setelah wafat Dr. Kwa pembagunan dan pengembangan RS Jang Seng Ie tetap dilanjutkan
Pada tanggal  1 Juni 1965 nama Jang Seng Ie resmi diganti menjadi RS Husada yang diresmikan oleh Menteri Kesehatan saat itu (May. Jen Prof. Dr. Satrio). Pada tanggal 25 Juni 1971 ditandatangani piagam kerjasama antara Pemerintah DKI sat itu Bapak Ali Sadikin dimana RS Husada ditetapkan sebagai RSUP di wilayah Jakarta Pusat bagian Utara

Profil Dr. Kwa

     Dr. Kwa Tjoan Sioe  tahun 1921 menyelesaikan  studinya di Belanda  dan pulang ke Indonesia. Beliau melihat banyak rakyat jelata sangat kurang mendapat perhatian penguasa kolonial Belanda khususnya di bidang kesehatan. Keadaan ini membuat Dr. Kwa Tjoan Sioe terobsesi untuk mendirikan sebuah rumah  sakit. Tujuannya bukan hanya mendirikan sebuah rumah sakit untuk mengobati pasien, tapi juga untuk menyebar luaskan pengetahuan tentang cara hidup secara hiegenis dan sehat kepada masyarakat, serta bergerak di bidang kesehatan  ibu dan anak oleh karena itu beliau menghimpun kawan-kawan untuk mendirikan perkumpulan Jang Seng Ie.

   Pada tanggal, 23 Desember 1924 badan sosial Jang Seng Ie berhasil didirikan yang artinya adalah menjaga kesehatan dan merawat kehidupan. Pada tanggal, 28 Desember 1924 diadakan upacara peresmian pendiriannya bertempat di sebuah rumah sewaan di Jalan Raya Mangga Besar (waktu itu bernama Prinsenlaan) Nomor 40 yang di hadiri oleh Mr. Meyroos, Burgemeester (Wali Kota) Batavia masa itu. Peresmian pembukaan di lakukan pada tanggal, 11 Maret 1925 di mulai dengan poliklinik yang dipimpin Dr. Kwa dan 3 orang tenaga perawat dan di bantu oleh seorang bidan di khususkan bagi orang-orang  miskin. Dengan bertambahnya jumlah pasien, sebagian diantara memerlukan rawat inap, hal tersebut menyadarkan pimpinan memikirkan dibagunnya sebuah rumah sakit. Namun dari tahun 1926 sampai 1929 usaha pengumpulan dana belum berhasil. Tahun 1930 dana yang terkumpul baru 100.000 gulden hanya cukup untuk membeli sebidang tanah, sedangkan dana yang dibutuhkan untuk menderikan RS pada waktu itu  sekitar 300.000 gulden. Pada waktu itu ekonomi lagi lesu, jadi sangat tidak mudah mengumpulkan uang sebanyak itu dalam waktu singkat. Maka mereka memutuskan untuk secara simultan melakukan pengumpulan dana sambil mendirikan  RS secara bertahap.

   Pada pertengahan tahun 1931, atas bantuan seorang pengusaha dari Singapura yaitu Aw Boon Haw menyumbang untuk membangun paviliun yang nantinya akan digunakan untuk merawat orang-orang dari golongan mampu, dengan tujuan sebagai subsidi silang bagi pelayanan terhadap para pasien  yang tidak mampu  dan masih banyak lagi pengusaha-pengusaha yang juga ikut menyumbang untuk membangun sarana dan pra sarana RS Husada.  Ditengah perjuangannya yang gigih dan tanpa kenal lelah Dr. Kwa Tjoan Sioe meninggal dunia pada tanggal, 18 Maret 1948 pada usia yang relatif muda 55 tahun. Setelah wafatnya beliau bukan berarti pembangunan dan pengembangan RS Husada berhenti, tetapi pembangunan RS Husada tetap di lanjutkan.  Pada tanggal, 1 Juni 1965 Nama Jang Seng Ie resmi diganti menjadi RS Husada yang diresmikan oleh Menteri Kesehatan waktu itu  May. Jen Prof. Dr. Satrio  dan tanggal 25 Juni 1971 di tanda tangani piagam kerja sama antara pemerintah DKI Jakarta dan RS Husada oleh Gubernur DKI waktu itu Ali Sadikin RS Husada di tetapkan sebagai RSUP di wilayah Jakarta Pusat bagian Utara. Status ini seakan-akan  meresmikan Husada sebagai RS nomor 2 setelah RSCM.

 

Terakhir Diperbaharui ( Senin, 19 Oktober 2009 13:20 )